^15 (Iimabelas) Adab Berbicara Bagi Wanita Muslimah^

Wahai saudariku muslimah………
15) Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta’ala berfirman:
” لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس ” (النساء: الآية 114).
Artinya: “Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (An nisa:114)
Dan ketahuilah wahai saudariku,semoga Allah ta’ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.
“عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد ” (ق: الآية 17-18)
Artinya: “Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf:17-18).
Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.

“Seputar HUKUM BERHIAS bagi Wanita”

Oleh : Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
1. Hukum Memakai Pemerah Bibir (Lipstik)
2. Hukum Wanita Memakai Make-Up Untuk Suaminya
3. Bolehkah Wanita Memakai Sepatu Yang Bertumit Tinggi ?
4. Hukum Wanita Memotong Rambut Di Atas Pundak
5. Memakai Celak Bagi Wanita Dan Juga Bagi Lelaki?
1.Pertanyaan
Secara khusus, apa hukum memakai pemerah bibir (lipstik)?

^Al Isyq’.. Penyakit Hati Paling Mematikan.. ^

Bismillah,
Semoga Allah memudahkan kita untuk segera sembuh dari salah satu penyakit hati yang sangat berat ini. Sejujurnya
sungguh saya sedih mengetahui realitas2 saat ini.. begitu memfitnahnya kami kaum wanita bagi kalian….

Al Isyq’, atau mabuk cinta, atau Ibnul Qoyyim Mengatakan mereka yang terkena Al ‘Isq ini sebagai pemuja gambar. Mengapa pemuja gambar? karena mereka memuja gambar/sosok yang mereka tidak bisa lepas dari gambar/sosok tersebut dimanapun berada (ta’lim Ustadz Aris pas Kajian Ramadhan) Tidak ada yang bisa menghindar dari musibah ini, baik ikhwan maupun akhwat. dan fitrah manusia itu memang cenderung kepada lawan jenis. Hal itu normal, memang itulah fithrahnya, apa lagi pada usia usia baligh yang memang sudah waktunya bagi seorang untuk menyempurnakan separuh agamanya. islam sudah dengan jelas memberi keterangan dan larangan untuk menjauhinya. Namun Alhamdulillah Syari’at ini juga memberi solusi bagi yang sudah ‘terperosok’.

~Jangan bersedih jika teman-teman menjauhi.......~

Imam Asy-Syafi'i Rahimahullah melantunkan bait-bait syairnya,,,


"Jika seseorang tidak menemuimu kecuali dengan terpaksa,

maka biarkanlah dia dan janganlah terlalu menyesalinya.

Pada diri manusia ada pengganti dan jauhnya mereka adalah ketenangan,

Dalam hati terdapat kesabaran bagi yang dicintai sekalipun dia bersikap kasar,,

Suamiku kini tlah tiada dan penyesalanku yg terus ada.....

Bismillah...smoga kita bisa mengambil ibroh dari kisah nyata ini....(copast dari ikhwah fb)

Kisah nyata yang akan membuat setiap orang terharu setelah membacanya ini saya dapatkan dari sebuah notes di facebook bernama @Rina Amalina, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terutama bagi kaum hawa yg sudah berkeluarga.
Saya memberanikan diri untuk sharing tulisan ini disini karena di notes tersebut tertulis :
Quote: Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara,teman,kerabat anda. Saya berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.
Jadi atas dasar itu saya mencoba untuk membantu sharing disini. Syukur2 teman2 disini juga akan melakukan sharing di tempat laen dan tetap tanpa lupa etika dalam melakukan sharing terhadap tulisan orang lain adalah memberikan sumbernya.

Langsung saja :

Ini adalah kisah nyata di kehidupanku
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada
Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku
Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

**Wasiat Wahab bin Munabbih Tentang Akhlak Mulia**

Wahhab bin Munabbih (1) berkata :

“Jika kamu ingin melaksanakan ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, maka berusahalah agar dirimu benar-benar tulus dan berilmu tentang Allah, sebab tidak akan diterima amal yang dilakukan oleh seseorang yang tidak tulus. Dan ketulusan kepada Allah ‘Azza wa Jalla itu juga tidak akan sempurna kecuali dengan ketaatan kepada Allah. Ibarat buah yang baik, baunya harum dan rasanya lezat. Demikian pula permisalan untuk ketaatan kepada Allah, ketulusan adalah baunya dan amal adalah rasanya.

Kemudian, hiaslah ketaatan kepada Allah dengan ilmu, kesabaran dan pemahaman.

Kemudian jauhkanlah dirimu dari perilaku orang-orang yang bodoh, paksalah ia mengikuti perilaku para ulama, biasakanlah ia melakukan perbuatan-perbuatan orang-orang penyabar, cegahlah ia dari perbuatan orang-orang yang celaka, haruskanlah ia mengikuti peri kehidupan para fukaha dan jauhkanlah ia dari jalan orang-orang yang jahat.

-Kunci Kebahagiaan- (Ibnul Qoyyim)

Bismillaah, walhamdulillaah, wash sholaatu wassalaamu alaa rosuulillaah, wa alaa aalihii wa shohbihii wa man waalaah…

Menindak lanjuti anjuran Syeikh Abdur Rozzaq -hafizhohulloh- dalam tabligh akbarnya -(di Masjid Istiqlal 1 Shofar 1431 / 17 Januari 2010)- untuk menyebarkan uraian Ibnul Qoyyim tentang kunci kebahagiaan, maka pada kesempatan ini, kami berusaha menerjemahkannya untuk para pembaca, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua…