1 MUSUH TERLALU BANYAK 'TUK DIMILIKI

>-- 1 MUSUH TERLALU BANYAK TUK DIMILIKI >--

Oleh : أُسْتَاذُ SYAFIQ RIZA BASALAMAH


Memiliki satu musuh sudah sangat banyak

MEMPUNYAI SERIBU SAHABAT MASIHLAH KURANG, itulah pesan salah seorang ulama’!

Biasanya seorang yang memiliki musuh akan berusaha untuk menyakiti musuhnya…

Kecuali syetan… banyak dari kita yang telah mengetahui bahwa dia adalah musuh kita, tapi malah berkawan dan bersahabat dengannya

Bahkan melakukan hal-hal yang menyenangkan syaitan.
Padahal Allah telah mengingatkan:

‫‫
‪))‬إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا‪ ((‬‬‬
‫‫ ‬‬
”Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu maka jadikanlah dia sebagai musuhmu.” Qs.Fathir: 6

~Pengakuan Seorang Suami Untuk Istrinya~

Pengakuan ini saya kutip langsung dari ceramah Ustadz Abu Ahmad Zaenal Abidin Lc, hafidzahulllah. Dan saat ini, saya benar2 dibuat terharu dengan pengakuan yang beliau bacakan ini…Dengan sedikit editan kata, karena kurang jelasnya saya saat mendengar suara beliau yang mulai parau saat menyampaikan pengakuan ini, namun Insyaa Allah, tidak akan mengubah substansi yang ada.  Maasyaa Allah…

Pengakuan Seorang Suami Untuk Istrinya …

Aku rasa istriku adalah karunia terindah yang Allah berikan kepadaku
Saat di rumah, ia selalu berusaha memanjakanku
Kebutuhankupun selalu ia penuhi sebelum dirinya
Saat aku pergi meninggalkan rumah, tak ada gelisah atas anak-anak dan hartaku
Aku percaya, dia tidak akan menelantarkan mereka
Aku yakin dia akan menjaga kehormatan diri dan keluarganya
Saat aku di tempat kerja bahkan saat aku di luar kota, seringkali dia menelpon menanyakan keadaanku
Saat aku sakit, ia menjadi begitu prihatin atas keadaanku
Dan dengan panggilan sayang yang sering dia ucapkan, aku menjadi begitu bahagia
Aku rasakan, bahwa  kehadiranku di dunia ini, keberadaanku di tengah-tengah mereka menjadi semakin berharga
Istriku juga akan sangat bahagia saat aneka masakan dan kue yang dibuatnya lahap kami nikmati
Ia juga begitu senang saat dapat berbagi dengan para tetangga

^Sudah Saatnya ...

Sudah saatnya engkau malu kepada Tuhan mu
tentang rasa cinta yang tidak halal untuk dirasakan
tentang angan yang tak pantas dibayangkan
karena semua itu adalah sebuah pengkhianatan!
kepada-NYA dan pada seseorang yang kini sedang menjaga hatinya untukmu
seseorang yang kini sedang menjaga hatinya untukmu
ketahuilah disana ada insan yang setia menundukkan pandangannya...
menghijab hatinya...
yang menunggu dan mengisi hari-harinya penuh dengan doa terbaik untukmu
ia yang tak pernah ingin mengenalmu sebelum halal atasmu
karena dengan itu ia menjagamu
maka tak inginkah kamu MENGHARGAINYA dengan berbuat seperti apa yang telah ia lakukan untukmu?
menundukkan hati dan pandanganmu untuknya?!
SAMPAI TIBA SAAT YANG TEPAT...

Masyaa' Allaah...ini pernah baca dimana yaa, lupa...tapi bener2 nasihat yang jlebb banget, mengena dihati. Kalau ingin mendapatkan pasangan hidup yang terjaga maka jagalah dirimu, jaga hati, jaga perasaan, dan pandanganmu hanya untuk yang halal bagimu kelak. Memang cukup sulit di tengah-tengah dahsyatnya fitnah syahwat seperti sekarang ini, namun ketika kita sudah ada niat, ada tekad, ada usaha dan tentu saja doa maka Allaah tidak akan menyia-nyiakan kita.
Sungguh indah kelak saat kita mengetahui bahwa pasangan hidup kita adalah sosok yang sangat terjaga sebelum berjumpa dengan kita, yang belum pernah pacaran misalnya, yang menutup hatinya dari gangguan para wanita meskipun saat itu banyak yang mengejarnya karena ia hanya akan membuka hatinya pada saat bertemu dengan yang halal baginya kelak. laa haula wa laa quwwata illa billah....alhamdulillahilladzy bini'matihi tatimmush shalihat.

Yaa Rabb, anugerahkanlah kepadaku suami yang TERBAIK dari sisi-MU, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, dunia, dan akhirat-Mu
Rabb, aku memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan amal yang dapat  menggapai cinta-Mu.
Ya Allah jadikanlah cintaku kepada-Mu melebihi cintaku kepada diriku sendiri, keluarga, dan kecintaanku terhadap apapun jua...
aamiin yaa Rabbal 'alamiin...

^Ruh - Ruh yang Saling Terpaut^

الأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَا مِنْهَا اخْتَلَفَ
“Ruh-ruh itu seperti tentara yang berhimpun yang saling berhadapan. Apabila mereka saling mengenal (sifatnya, kecenderungannya dan sama-sama sifatnya) maka akan saling bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan tercerai-berai.”

الأرواح   = bentuk jamak dari ruh (الروح);
جنود       = bentuk jamak dari jundun (جند) : tentara

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3336 secara mu’allaq dari ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anha.

Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan, bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah, ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya. Yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan hadits ini. [1]

Al-Imam An-Nawawi mengatakan dalam Syarah Muslim (16/pada hadits no. 2638):
“Para ulama mengatakan, maknanya mereka adalah sekelompok manusia yang berkumpul atau manusia yang bermacam-macam lagi berbeda-beda. Ruh-ruh itu saling mengenal karena suatu perkara yang Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menciptakan ruh-ruh itu di atasnya..”

Ada yang mengatakan, karena mereka dijadikan Allah Subhânahu wa Ta’âlâ di atas sifat-sifat yang saling mencocoki dan tabiat yang saling bersesuaian.
Ada yang mengatakan, karena mereka diciptakan secara bersama kemudian jasad mereka saling berpisah, sehingga yang mencocoki tabiat yang lain, dia akan bersatu dengannya. Dan yang saling berjauhan tabiatnya maka dia akan lari dan menyelisihinya.

Jika ada yang Mencelamu...

Bila anda dicela, dihina, dan direndahkan oleh orang lain maka jangan terlalu bersedih. Sesungguhnya pencelamu sedang berbuat baik kepadamu dari dua sisi :

▸ Pertama : ia sedang menghadiahkan kebaikannya kepadamu

▸ Kedua : dgn sebab celaannya Allah menghapus dosa-dosamu

Seorang salaf berkata : Kalau aku boleh berghibah maka kedua orangtuakulah yg paling berhak untuk aku ghibahi, karena mereka berdualah yg paling berhak untuk kuserahkan kebaikanku.

Karenanya kaum syiah yg selalu mencela para sahabat sesungguhnya menguntungkan para sahabat, Allah menghendaki kebaikan terus mengalir kpd para sahabat meskipun mereka dalam liang lahad..
 
copas dari status Ustadz Firanda Andirja hafidzahullahu

- Malu Mengutarakan Cinta -

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum
. Saya seorang pemuda yang sedang memendam cinta. Bolehkah kita memperjuangkan cinta kita terhadap wanita yang kita cintai agar dia mencintai kita, sambil berdoa kepada Allah?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Pria yang punya perasaan mencintai wanita adalah bagian dari nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala (baca surat Ali Imran ayat 14). Jika Anda mencintai wanita muslimah, berakidah dan berakhlak mulia, maka boleh berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar wanita itu dinikahi oleh Anda. Berdoalah pada malam hari di sepertiga malam terakhir, karena waktu itu adalah waktu yang mustajab, atau kapan saja kita boleh bedoa.
Akan tetapi tidak cukup dengan doa, karena boleh jadi wanita itu sudah ada yang meminang. Maka sebaiknya segera hubungi orang tuanya agar ada kepastian, diterima ataukah tidak. Sebab dikhawatirkan wanita yang Anda senangi tersebut sudah ada yang punya. Atau ada kendala dari orang tua, yaitu Anda ditolak. Jika begitu keadaannya, maka hendaknya Anda bersabar, barangkali dia bukan jodoh Anda. Boleh jadi wanita yang Anda cintai itu tidak baik untuk Anda. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

Wallahu a’lam
.
 
Sumber: Majalah Al Mawaddah Edisi 8 Tahun ke-3 1431 H/Maret 2010

^Ku mencintamu UTUH TAK TERSENTUH^

Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh,
maka akan ku jawab, 
''bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..''
 
Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, 
dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..

Lalu apa yang ku khawatirkan? 
Dan kenapa pula ku harus mengejar? 
Tidak, aku tak sudi.. 
Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..
Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? 
Pahamkah maksudku?
Ku tanya padamu, 
Pernahkah kau jatuh cinta? 
Ku akui, akupun juga… 
Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?
Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…
Wahai  para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.
Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..
Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. .
Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?…. untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?
Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta…
Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..
Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH, padamu.. Hanya padamu.. ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku….,