~ Rabb... Aku Ingin Kembali.. T_T

Waktu
Berjalan begitu cepatnya
Laksana kereta yang meluncur tanpa kendali
Terus berjalan tanpa penghalang menghadang
Waktu
Detak detik jam terus memburu
Berlari meninggalkan diri ini
Yang sendiri
Menatap langit malam ini
Merenungi episode perjalanan hidup yang mengalir bak air sungai
Yang kan bermuara di suatu dermaga
Yang kuharap surga terindahlah tempatnya




Robbi
Hari-hariku hilang
Entah kemana mereka pergi
Bahkan aku tak sadar
Karena hari ini, detik ini aku sampai di sini
Di sebuah perjalanan menuju tempat berteduh yang hakiki

Wahai saudariku....aku tahu empat perkara :

1. Aku tahu bahwa rizki ku tidak akan dimakan orang lain, maka tentramlah jiwaku

2. Aku tahu bahwa amalku tidak akan dikerjakan orang lain, maka aku pun disibukkan untuk beramal

3. Aku tahu kematian akan datang dengan tiba-tiba, maka segera aku menyiapkannya

4. aku tahu bahwa diriku tidak akan lepas dari penglihatan Alloh Ta'ala, maka aku pun akan merasa malu kepada Nya...

subhanallah...kata2 Ibnul Jauzi rahimahullah yang sangat indah...dan menyentuh...

^ Bait-Bait Syair Indah dari Kakak'q...^

Malam-malamku kini terasa panjang oleh derai air mata

Kutahankan hatiku pada derita yang kian mendera

 
Laksana busur panah, kau tancapkan langsung ke ulu hatiku

Dengannya kau buat ia berguguran satu persatu


...Karena bayangmu terlanjur menguasai jiwa raga


Kuisi malamku dengan menghitung bintang

Rasa rindu serta Teramamnya rembulan menghimpit rongga dada

siang-siangku pergi dengan memikirkanmu…

Hatiku beku sebab air mata



Bisikan syaitan telah memaksaku memperturutkan nafsu

Bayangmu terlalu lama singgah di mataku

Dalam siang…

Dalam malam…


 
Lalu lalang manusia berkata, ‘cinta bermata keindahan’

Namun mengapa perih terasa menyayat

Cinta nyata telah membuat hatiku terpotong-potong


Pelajarilah Ilmu,

karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah,
Menuntutnya adalah ibadah,
Mempelajarinya adalah tasbih,
Mencarinya adalah jihad,
Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah shadaqah,
Menyerahkan kepada ahlinya adalah taqarrub.
Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.







- Muadz bin Jabal radhiyallahu'anhu-

^Mencintai dalam hening...^ (hmm...copas dr note temen...)

Duhai gadis, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Ingin kah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu.. Maka dengarlah..

Gadis, Saat ku jatuh cinta. Tak akan ku berucap.. Tak akan ku berkata.. Namun ku hanya akan diam..

Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan. Tak akan ku menggoreskan.. Yang ku lakukan hanyalah diam..

~Sifat Para Malaikat yang Mengagumkan~

Sayap Para Malaikat
Allah menciptakan para malaikat dan menjadikan mereka bersayap. Sayap para Malaikat berbeda-beda dari sisi jumlah dan besarnya.
Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu.”(QS Fathir: 1)
Yang dimaksud Allah menambahi dalam penciptaan apa yang Dia kehendaki sebagaimana dalam ayat di atas adalah menambah jumlah malaikat dan menambah jumlah sayap malaikat, sebagaimana yang Dia inginkan.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau mengatakan bahwasanya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat malaikat Jibril memiliki 600 sayap.” (HR Muslim) Dalam riwayat Ahmad dinyatakan bahwa satu sayap malaikat Jibril itu sudah bisa menutupi ufuk.
Para malaikat tidaklah makan tidak pula minum. Tidak menikah, dan tidak pula berketurunan.
Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata, “Silahkan anda makan.” (QS Adz-Dzariat: 27)

@ KHUSYU' @

Syaikh As Sa’diy rahimahullahu menerangkan makna ‘khusyu’ di dalam sholat’, yaitu seseorang menghadirkan hati di hadapan Allah, merasakan dekatnya (ilmu dan pengawasan) Allah, yang dengan semua itu hati bisa merasa tenang, jiwa merasa damai. Hal ini akan terpancar dalam gerakan tubuh yang tenang, tidak lalai dalam sholat, menghayati setiap bacaan yang dibaca dalam sholatnya, dari awal takbir hingga akhir sholat. Semua ini dalam rangka tunduk dan taat kepada Allah. (Taisir Karimirrahman, Maktabah Ar Rusyd, hal. 547)


Sesungguhnya khusyu’ karena iman adalah menundukkan hati di hadapan Allah ta’ala dengan segala bentuk pengagungan dan pemuliaan. Hati seakan-akan luluh di hadapan Allah karena cinta dan takut kepada Allah, mengakui berbagai nikmat Allah yang melekat pada dirinya. Inilah ketundukan hati yang hakiki, yang terletak di relung hati seorang hamba, yang akan diikuti oleh anggota badan lainnya.
Adapun khusyu’-nya orang-orang munafik adalah menampakkan dengan anggota badan di hadapan pandangan para manusia, dengan berbuat seolah-olah badannya nampak khusyu’, akan tetapi hakikatnya hatinya sama sekali tidaklah merasa khusyu’.” -Sekian perkataan Ibnul Qayyim rahimahullahu- (Lihat Ar Ruh, Ibnul Qayyim, Maktabah Asy Syamilah)